Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang – SD Negeri 002 Desa Bongkal Malang berhasil menggelar panen perdana hasil kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam program menanam sayuran di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara pihak sekolah dan UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kelayang, yang juga turut memberikan bimbingan teknis kepada para siswa dan guru.
Panen perdana ini melibatkan berbagai jenis sayuran seperti pare, Kacang Panjang, Timun, gambas, buncis, dan jagung, yang telah ditanam oleh para siswa sejak beberapa bulan lalu. Kepala Sekolah SD Negeri 002, Bapak/Ibu bapak Deddy Surya Pamela Spd. Sd. menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan kegiatan ini.
.jpeg)
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari segi pendidikan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kemandirian kepada siswa. Kami berterima kasih kepada UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kelayang yang telah memberikan bimbingan sehingga program ini berjalan dengan sukses,” ujar bapak kepala sekolah Deddy Surya Pamela S. Pd. SD.
Salah satu perwakilan dari UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kelayang menyatakan bahwa pihaknya siap terus mendukung program serupa di sekolah-sekolah lain. “Kami ingin membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pertanian berkelanjutan, dan kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat baik,” ungkapnya.

Para siswa pun tampak antusias saat memanen hasil kebun mereka. Mereka juga diajarkan cara mengolah hasil panen secara sederhana untuk konsumsi di rumah. Salah satu siswa, Roni, menyampaikan, “Saya senang sekali ikut menanam dan merawat tanaman. Hari ini kami panen bersama-sama, dan hasilnya bisa dibawa pulang.”
Dengan keberhasilan panen perdana ini, SD Negeri 002 Desa Bongkal Malang berharap dapat terus melanjutkan program serupa di masa depan serta menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian.
Kegiatan P5 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan pembelajaran praktis yang berdampak langsung pada siswa dan lingkungan.**

